Kalau mendengar kata modal bisnis, mungkin yang langsung terbayang adalah uang. Namun, untuk menjalankan bisnis secara online, ada modal yang terus saya bangun: konten.
Konten berupa tulisan, foto, dan video membantu orang mengenal apa yang saya kerjakan, produk yang saya tawarkan, serta bagaimana mereka bisa menghubungi saya.
Baca sampai selesai, ya. Siapa tahu pengalaman saya menjalankan usaha roti sambil mengembangkan bisnis BIMA dapat memberi Anda inspirasi untuk usaha sendiri. π
Anda mungkin sudah memiliki bahan kontennya. Hanya saja, bahan tersebut masih tersimpan dalam kegiatan sehari-hari dan belum diceritakan kepada orang lain.
Konten Merupakan Salah Satu Modal Utama Saya
Saya, Pak Mufli Abe, menjalankan usaha roti Qsuka di Sidoarjo. Saya juga mengembangkan bisnis BIMA, yang lebih banyak saya jalankan secara online dengan bantuan DSS Bisnisdirumah.
Dalam cara saya menjalankan bisnis online, konten merupakan salah satu modal utama.
Produk tetap perlu disiapkan. Pelayanan tetap perlu diperhatikan. Waktu, sarana kerja, dan tindak lanjut juga diperlukan.
Konten membantu mempertemukan semua itu dengan orang yang mungkin membutuhkannya.
Roti yang sudah matang perlu diperkenalkan agar calon pelanggan mengetahui pilihan dan cara memesannya. Begitu pula dengan bisnis BIMA: orang membutuhkan penjelasan agar dapat mempelajari produk, kegiatan bisnisnya, dan sistem pendukungnya.
Kalau tidak ada informasi yang bisa mereka lihat atau baca, dari mana perkenalan itu akan dimulai?
Konten Bisa Menjadi Pintu Rezeki
Bagi saya, konten bisa menjadi pintu rezeki, yaitu pintu masuk bagi orang untuk mengenal usaha saya.
Seseorang melihat video roti, kemudian bertanya tentang produknya. Orang lain membaca tulisan tentang bisnis BIMA, lalu ingin mempelajarinya melalui DSS.
Dari perkenalan tersebut, bisa muncul percakapan, pemesanan produk, atau kesempatan membantu seseorang memahami pilihan bisnisnya.
Tentu, tidak semua orang yang melihat konten akan membeli. Tidak semua pembaca akan tertarik menjalankan bisnis yang sama.
Namun, melalui konten, saya memberi mereka kesempatan untuk mengenal dan mempertimbangkannya.
Konten membuka perkenalan. Produk, pelayanan, dan tindak lanjut membantu melanjutkan hubungan tersebut.
Karena itu, saya berusaha memberi arah yang jelas: setelah membaca atau menonton, ke mana orang bisa mencari informasi lebih lanjut?
Saya Membuat Konten di Beberapa Tempat
Saya membagikan cerita dan informasi melalui Facebook, Status WhatsApp, Saluran WhatsApp, serta website.
Di Facebook, saya bisa memperlihatkan kegiatan membuat roti melalui foto dan video. Di Status WhatsApp, saya dapat membagikan kabar singkat. Melalui saluran, saya membagikan cerita atau bahan bacaan kepada orang yang memilih mengikutinya.
Website menjadi tempat untuk penjelasan yang lebih lengkap.
Beberapa website yang saya gunakan antara lain BisnisJos.com, FaktorKali.com, MufliAbe.com, Qsuka.com, dan MufliBisnis.com.
Masing-masing memberi ruang untuk cerita, pengenalan produk, pengalaman, atau panduan yang berkaitan dengan kegiatan saya.
Anda tidak harus memiliki banyak website atau menggunakan semua media tersebut. Mulailah dari tempat yang sudah Anda pahami dan sanggup Anda kelola.
Yang perlu dipikirkan adalah: informasi apa yang berguna bagi orang yang ingin mengenal usaha Anda?
Konten yang Saya Bangun Adalah Konten JOS
Di Bisnis Jos, saya memakai pengingat sederhana:
JOS = Jalani, Optimalkan, Syukuri.
Prinsip ini juga menjadi pegangan saya dalam membuat konten.
Jalani: Ceritakan Apa yang Memang Dikerjakan
Saya membuat roti, maka kegiatan membuat roti menjadi bahan cerita.
Menyiapkan adonan, membentuk roti, memanggang, dan menata produk yang sudah matang merupakan bagian dari pekerjaan saya sehari-hari.
Saya juga menjalankan bisnis BIMA, maka saya bercerita tentang produk, proses belajar, dan bagaimana DSS membantu saya memberikan pengenalan bisnis.
Dengan begitu, bahan konten dekat dengan pengalaman saya sendiri.
Tidak harus selalu ada kejadian luar biasa. Kegiatan yang biasa bagi kita bisa menjadi informasi yang menarik atau berguna bagi orang lain.
Optimalkan: Buat Penjelasan Semakin Membantu
Setelah konten dibuat, saya berusaha memperbaikinya.
Apakah kalimatnya mudah dipahami? Apakah petunjuknya cukup jelas? Apakah pembaca mengetahui langkah berikutnya?
Pertanyaan yang sering muncul juga bisa menjadi bahan konten baru.
Misalnya, setelah seseorang membuat akun DSS, ternyata ia membutuhkan petunjuk untuk login. Maka saya membuat panduan login.
Satu pertanyaan yang dijawab melalui konten dapat membantu orang lain yang memiliki pertanyaan serupa.
Syukuri: Hargai Kemajuan yang Terjadi
Saya mensyukuri kesempatan berkenalan dengan orang baru, percakapan yang bermanfaat, serta hasil yang memang terjadi.
Ketika ada orang terbantu oleh panduan yang saya tulis, itu juga layak disyukuri.
Jika tanggapannya masih sedikit, saya bisa memeriksa kembali isi dan cara penyampaiannya, lalu mencoba perbaikan.
Bagi saya, bersyukur berjalan bersama kemauan untuk terus belajar dan bekerja.
Konten Memandu Orang Selangkah demi Selangkah
Karena saya lebih banyak menjalankan bisnis BIMA secara online, saya menyiapkan konten untuk membantu orang mempelajarinya secara bertahap.
Orang yang baru mengenal BIMA mungkin membutuhkan pengantar. Setelah tertarik belajar, ia membutuhkan panduan membuat akun DSS gratis.
Sesudah akun dibuat, ia perlu mengetahui cara masuk atau login. Bagi yang sudah upgrade menjadi member premium, saya juga menyediakan pengantar menuju aksesnya.
Beberapa panduan tersebut dapat dibaca di sini:
β Mengenal BIMA melalui Akun DSS Gratis
β Cara Login DSS untuk Belajar
β Cara Login Member Premium DSS
Panduan tersebut membantu pengunjung menemukan langkah yang sesuai dengan tahapnya.
Untuk materi belajar dan petunjuk yang lebih lengkap di dalam DSS, mereka dapat masuk ke akun masing-masing dan mempelajarinya dari sana.
Saya Membuat Roti, Panduan Tetap Bisa Dibaca
Ketika sedang menyiapkan adonan atau mengurus roti di tempat produksi, saya tidak selalu bisa langsung menjelaskan semuanya melalui percakapan.
Namun, panduan yang sudah saya tulis tetap dapat dibaca oleh pengunjung website.
Mereka bisa membaca pengenalan BIMA, mengikuti petunjuk membuat akun DSS, atau mencari tahu cara login tanpa harus menunggu saya selesai memanggang roti.
Saya menulis panduannya sekali, lalu panduan itu dapat membantu pengunjung berkali-kali.
Inilah salah satu alasan saya memandang konten sebagai aset usaha.
Konten menyimpan penjelasan yang dapat digunakan kembali. Ketika seseorang menanyakan hal yang sudah saya tulis, saya bisa memberikan pengantar yang sesuai dan mengarahkannya ke panduan tersebut.
Saya tetap perlu melayani pertanyaan dan menindaklanjuti percakapan. Namun, penjelasan dasarnya sudah tersedia.
Agar terus berguna, panduan itu juga perlu saya periksa dan perbarui ketika ada perubahan.
DSS Juga Membantu Melalui Konten
Di dalam DSS Bisnisdirumah, tersedia materi dan panduan untuk membantu orang mempelajari bisnis BIMA.
Materi tersebut juga merupakan konten.
Melalui penjelasan yang tersedia, orang dapat belajar secara bertahap sesuai waktu dan kebutuhannya. Saya pun terbantu karena tidak harus mengulang seluruh materi dasar kepada setiap orang dari awal.
Website saya memberi pengantar dan petunjuk menuju DSS. Selanjutnya, orang dapat menggunakan akun DSS untuk mengakses materi yang tersedia.
Dengan bantuan ini, sebagian proses pengenalan dan belajar dapat berlangsung lebih terarah, sementara saya tetap menjalankan kegiatan usaha roti.
Untuk menjalankan bisnisnya, tentu tetap diperlukan kemauan belajar, kegiatan nyata, pelayanan, dan tindak lanjut.
Saya Tetap Menghargai Cara Tatap Muka
Saya sangat menghargai cara menjalankan bisnis melalui pertemuan langsung.
Bertemu, berdiskusi, dan memberikan penjelasan secara tatap muka memiliki manfaatnya sendiri. Saya pun tetap terbuka untuk percakapan dan pertemuan ketika waktunya sesuai.
Namun, usaha roti juga membutuhkan perhatian saya.
Jika setiap pengenalan bisnis harus dilakukan dengan pergi ke berbagai tempat dan memberikan presentasi langsung, waktu untuk mengurus roti akan semakin terbatas.
Karena itulah saya memilih membangun konten sebagai bagian penting dari cara kerja saya.
Saya membutuhkan penjelasan yang bisa diakses orang sambil saya tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Pilihan ini sesuai dengan keadaan saya. Anda bisa menyesuaikannya dengan kegiatan, kemampuan, dan kebutuhan usaha Anda sendiri.
Konten Jos Tidak Harus Mewah
Konten yang membantu orang tidak selalu membutuhkan alat mahal atau tampilan yang rumit.
Foto roti yang jelas bisa membantu calon pelanggan melihat produknya. Video singkat bisa memperlihatkan proses pembuatannya. Tulisan sederhana bisa menjawab pertanyaan tentang cara memesan.
Dalam pengenalan bisnis BIMA, penjelasan yang mudah dipahami dapat membantu orang mengetahui apa yang perlu dipelajari sebelum mengambil keputusan.
Gunakan informasi resmi untuk menjelaskan produk dan ketentuan bisnis. Jika membagikan pengalaman pribadi, sampaikan sebagai pengalaman pribadi.
Menurut saya, konten JOS memiliki dasar yang sederhana: berasal dari kegiatan yang dijalani, dibuat semakin berguna, dan dikembangkan dengan rasa syukur.
Tampilannya boleh terus diperbaiki. Isinya perlu jujur, jelas, dan membantu.
Mulai Bangun Modal Konten Anda
Coba perhatikan kegiatan Anda hari ini.
Adakah produk yang bisa diperlihatkan? Proses yang bisa diceritakan? Pertanyaan pelanggan yang bisa dijawab? Atau pengalaman yang dapat menjadi pelajaran?
Pilih satu, lalu buat konten sederhana.
Jelaskan apa yang Anda tunjukkan, mengapa informasi itu berguna, dan bagaimana orang bisa menindaklanjutinya.
Jika dilakukan secara bertahap, Anda dapat memiliki kumpulan konten yang membantu memperkenalkan usaha, menjawab pertanyaan, dan memberi petunjuk kepada calon pelanggan.
Bagi saya, menjalankan bisnis secara online terasa jauh lebih sulit jika tidak memiliki konten yang bisa ditemukan dan dipelajari orang.
Karena itu, saya terus membangun modal ini sambil menjalankan usaha roti dan bisnis BIMA.
Saya Jalani kegiatannya, saya Optimalkan kontennya, dan saya Syukuri kemajuannya.
Jika Anda ingin mempelajari bisnis BIMA dan melihat bagaimana DSS membantu proses pengenalannya, silakan mulai dari sini:
β Kenali BIMA melalui Akun DSS Gratis
Jika ingin bertanya atau berdiskusi terlebih dahulu:
β Tanya Bisnis Jos dan Bisnis Bima
Untuk membaca pembahasan dasar tentang bagaimana konten membantu usaha semakin dikenal:
β Konten Dapat Membantu Bisnis Anda Makin Dikenal
Modal konten bisa mulai dibangun dari kegiatan yang sudah Anda kerjakan hari ini. Ceritakan satu hal yang berguna, lalu kembangkan selangkah demi selangkah. π
Jalani usahanya, Optimalkan prosesnya, Syukuri kemajuannya.
Salam Hangat
Pak Jos eh Pak Mufli Abe