βPak Mufli, untuk memulai bisnis roti, modalnya berapa?β
βKalau bisnis BIMA ini perlu modal atau gratis?β
Pertanyaan tentang modal memang sering saya terima. Biasanya yang dimaksud tentu saja modal uang. Berapa untuk membeli peralatan, menyiapkan bahan, atau membeli Paket Produk?
Uang memang penting. Namun, dari pengalaman saya, modal untuk menjalankan bisnis ternyata lebih luas daripada uang saja.
Ada modal yang tidak tersimpan di rekening, tetapi sangat berpengaruh terhadap langkah usaha kita. π
Modal Awal Saya: NEKAD
Ketika mulai usaha roti dulu, saya belum punya pengalaman. Modal uang yang besar juga belum ada.
Salah satu modal saya waktu itu adalah: NEKAD. π
Saya sampai menjual mobil kesayangan untuk membeli oven.
Tentu ini cerita pengalaman saya, bukan berarti Anda harus ikut menjual mobil agar bisa memulai usaha roti. Keadaan dan pertimbangan setiap orang berbeda.
Namun, dari pengalaman itu saya belajar bahwa uang dan peralatan perlu disertai keberanian untuk mulai, kemauan belajar, serta kesediaan menghadapi prosesnya.
Oven sudah dibeli pun saya tetap harus belajar membuat roti, memperbaiki hasilnya, dan mencari pembeli.
Modal Berikutnya: SANTAI
Saya juga punya pengingat berupa satu kata: SANTAI.
Santai yang ada kepanjangannya, yaitu:
- Sengaja: punya niat dan arah dalam menjalankan usaha.
- Antusias: bersedia mengerjakan dan mempelajari hal-hal yang diperlukan.
- Nilai-nilai: menjaga kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan.
- Terus: melanjutkan langkah sambil memperbaiki kekurangan.
- Alhamdulillah: bersyukur atas kesempatan dan kemajuan yang ada.
- Inspiring: berbagi pengalaman yang mudah-mudahan bermanfaat bagi orang lain.
Begitulah SANTAI yang saya maksud. Tetap ada kegiatan, ada pembelajaran, dan ada usaha yang dijalankan.
Agar Bisnis Tambah JOS
Untuk membuat bisnis kita tambah JOS, kita juga memerlukan kemampuan untuk:
Jalani, Optimalkan, Syukuri.
Jalani dulu langkah yang bisa dikerjakan dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
Optimalkan prosesnya. Pelajari kekurangannya, perbaiki cara kerja, dan gunakan alat bantu yang sesuai.
Syukuri kemajuannya, sekecil apa pun. Berhasil membuat roti lebih baik, mendapatkan pembeli pertama, atau mulai memahami cara pemasaran juga layak disyukuri.
Meskipun modal uang masih terbatas, kita tetap bisa belajar dan mengusahakan kemajuan secara bertahap. InsyaAllah ada jalan untuk mengembangkan usaha, meskipun proses dan hasil setiap orang berbeda.
Apalagi kalau JOS kita gabungkan dengan modal SANTAI tadi. π
Modal Penting: Kemampuan Menindaklanjuti
Menurut saya, ini salah satu modal yang sangat penting: kemampuan mengambil tindak lanjut.
Resep roti sekarang ada di mana-mana. Bahan-bahannya juga tersedia. Mungkin uang Anda sudah cukup untuk membeli bahan dan peralatan sederhana.
Tetapi resep yang tersimpan di HP masih berupa petunjuk.
Kita perlu menimbang bahannya, menguleni adonannya, membentuknya, lalu memanggangnya. Barulah resep tersebut menjadi roti.
Kalau hasil pertama belum sesuai harapan, kita pelajari lagi. Apa yang perlu diperbaiki? Penimbangannya, proses menguleni, waktu fermentasi, atau pemanggangannya?
Dari situlah pengalaman mulai terbentuk.
Modal uang membantu kita membeli bahan dan peralatan. Kemauan belajar serta kemampuan menindaklanjuti membantu kita menggunakannya.
Begitu Juga Saat Mempelajari BIMA
Dalam mempelajari bisnis BIMA, panduannya juga sudah tersedia melalui DSS. Anda boleh bertanya kepada saya untuk mendapatkan petunjuk langkah demi langkah.
Dalam pengalaman saya, biaya Paket Produk BIMA lebih kecil daripada biaya membeli oven untuk usaha roti saya dulu.
Namun, berapa pun uang yang tersedia, kita tetap perlu bersedia mempelajari produk, memahami cara kerjanya, dan mempertimbangkan apakah usaha ini sesuai dengan keadaan kita.
Kalau ingin mulai mempelajarinya, salah satu langkah awal yang sederhana adalah membuat akun gratis di DSS, lalu membaca panduan yang tersedia.
Akun tersebut menjadi sarana untuk belajar. Selanjutnya, tentu perlu ada tindak lanjut sesuai petunjuk dan keputusan kita sendiri.
Duh, kok saya seperti sedang ngomel, ya? Hahaha. π
Saya hanya ingin menekankan bahwa MODAL bukan hanya uang. Ini juga pengingat untuk diri saya sendiri.
Modal yang Bisa Kita Besarkan
Ada modal berani. Ada modal mau belajar, dapat dipercaya, tekun, konsisten, dan ulet.
Ada juga modal NEKAD seperti cerita saya tadi, yang selanjutnya perlu dibekali pengetahuan dan perhitungan.
Modal-modal ini dapat kita latih melalui kegiatan sehari-hari. Belajar menepati janji, mencoba resep, melayani pelanggan, mencatat pengeluaran, atau menindaklanjuti sesuatu yang sudah kita pelajari.
Ketika kemampuan kita bertambah dan kepercayaan mulai terbentuk, peluang untuk mengembangkan usaha pun bisa terbuka lebih luas.
Jadi, ketika modal uang masih terbatas, kita boleh bertanya kepada diri sendiri:
βModal apa yang sudah saya miliki, dan langkah apa yang bisa saya tindak lanjuti hari ini?β
Btw, Berapa Modal Bisnis BIMA?
Anda boleh fokus dahulu untuk mempelajarinya dan membuat akun gratis di DSS. Ini yang paling saya sarankan.
Nanti, jika Anda memutuskan untuk menjadi member Premium, barulah perlu membayar untuk membeli Paket Produk yang harganya Rp3.650.000.
Saya dulu juga begitu. Belajar dulu, tanya-tanya dulu, membuat akun DSS dulu, kemudian barulah mengambil keputusan.
Mulainya dari sini:
β Petunjuk Buat Akun DSS Gratis
Setelah memiliki akun, Anda bisa login untuk melanjutkan belajar. Panduan upgrade juga tersedia jika nanti Anda membutuhkannya:
Untuk tahap belajar dan membuat akun DSS, belum perlu membeli Paket Produk. Biaya Paket Produk diperlukan jika Anda memutuskan untuk upgrade.
Atau ingin belajar gratis bersama saya?
Silakan bergabung di grup belajar bisnis:
β Join GrupWA Belajar Bisnis Pemula
Kita belajar bertahap, lalu berusaha menindaklanjuti apa yang bisa kita kerjakan.
Jalani langkahnya, Optimalkan prosesnya, Syukuri kemajuannya.
Terima kasih. π
Salam JOS,
Pak Mufli Abe