Konten Dapat Membantu Bisnis Anda Makin Dikenal

Anda sudah punya produk, tetapi orang yang mungkin membutuhkannya belum tahu bahwa usaha Anda ada?

Produk sudah disiapkan. Anda sudah berusaha menjaga kualitasnya. Namun, kalau calon pelanggan belum mengenalnya, bagaimana mereka bisa mempertimbangkan untuk membeli?

Di sinilah konten dapat membantu.

Melalui foto, video, atau tulisan, Anda bisa memperkenalkan produk, menjelaskan kegunaannya, dan memberi tahu bagaimana orang dapat menghubungi atau membeli dari Anda.

Mari kita bahas cara sederhana memulainya. Boleh jadi bahan kontennya sudah ada dalam kegiatan Anda sehari-hari 😊

Membuat Produk dan Membuat Konten Saling Melengkapi

Membuat produk merupakan bagian penting dari usaha. Membuat konten membantu Anda menceritakan produk tersebut kepada orang lain.

Misalnya, Anda menjual roti. Calon pelanggan mungkin ingin tahu bentuknya, pilihan rasanya, harganya, dan cara memesannya.

Foto dapat memperlihatkan rotinya. Video bisa menunjukkan proses pembuatannya. Tulisan dapat menjelaskan pilihan produk dan cara membeli.

Ketiganya membantu calon pelanggan memahami apa yang Anda tawarkan.

Konten membantu membuka perkenalan. Mutu produk dan pelayanan membantu menjaga kepercayaan.

Karena itu, kegiatan membuat konten perlu berjalan bersama perhatian terhadap produk dan pelanggan.

Konten Ibarat Brosur yang Menjadi Pintu Masuk

Bayangkan konten sebagai brosur usaha Anda.

Seseorang melihatnya, mulai tertarik, lalu ingin mencari tahu lebih jauh. Konten tersebut bisa menjadi pintu masuk menuju:

  • Kedai atau tempat usaha Anda.
  • Katalog dan toko online.
  • Percakapan melalui WhatsApp.
  • Website yang memberikan penjelasan lebih lengkap.
  • Materi pengenalan bisnis, seperti DSS Bisnisdirumah.

Namun, brosur yang menarik tetap perlu memberi arah.

Kalau Anda memperlihatkan produk, jelaskan bagaimana orang bisa melihat pilihannya atau memesan. Kalau Anda membahas suatu bisnis, berikan tempat untuk mempelajarinya.

Setelah membaca atau menonton, apa langkah berikutnya yang bisa dilakukan orang?

Pertanyaan sederhana ini membantu Anda menyusun ajakan yang jelas.

Siapa yang Ingin Anda Jangkau?

Sebelum membuat konten, pikirkan siapa yang mungkin membutuhkan produk atau informasi Anda.

Apa yang ingin mereka ketahui? Apa yang membuat mereka ragu? Pertanyaan apa yang sering mereka ajukan?

Untuk usaha makanan, misalnya, calon pelanggan mungkin membutuhkan informasi tentang ukuran, harga, lokasi, atau waktu pemesanan.

Untuk produk lainnya, mereka mungkin ingin memahami kegunaan, petunjuk penggunaan, dan pilihan yang tersedia. Sampaikan berdasarkan informasi resmi, lalu bedakan dengan pengalaman pribadi.

Untuk pengenalan bisnis, pembaca bisa membutuhkan penjelasan tentang kegiatan yang dijalankan, biaya, tanggung jawab, dan cara mempelajarinya.

Anda tidak harus menjawab semuanya dalam satu postingan. Satu konten dapat membahas satu pertanyaan dengan jelas.

Konten Tidak Harus Selalu Berisi Penawaran

Anda boleh menawarkan produk. Namun, masih banyak hal lain yang berguna untuk diceritakan.

Contohnya:

  • Proses menyiapkan atau membuat produk.
  • Tips yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
  • Jawaban atas pertanyaan pelanggan.
  • Cara memesan dan mendapatkan pelayanan.
  • Pelajaran dari kendala yang pernah dihadapi.
  • Kegiatan sehari-hari di tempat usaha.

Cerita seperti ini memberi kesempatan kepada orang untuk mengenal usaha Anda lebih dekat.

Mereka dapat melihat siapa yang menjalankannya, bagaimana Anda bekerja, dan perhatian apa yang Anda berikan kepada pelanggan.

Tetaplah jujur. Ceritakan hal yang memang Anda lakukan, dan hindari menjanjikan hasil yang belum bisa dipastikan.

Anda Bisa Membagikannya di Berbagai Tempat

Konten bisa hadir di tempat yang berbeda, sesuai kebiasaan orang yang ingin Anda jangkau.

Facebook dapat digunakan untuk membagikan foto, tulisan, dan Reels tentang produk atau kegiatan usaha.

Website bisa menjadi tempat menyimpan penjelasan yang lebih lengkap, seperti panduan, cerita pengalaman, daftar produk, dan jawaban atas pertanyaan umum.

Status WhatsApp dapat digunakan untuk berbagi kabar singkat, produk yang tersedia, atau kegiatan hari itu.

Saluran WhatsApp maupun Telegram bisa menjadi tempat membagikan informasi dan materi kepada orang yang memilih mengikutinya.

Tidak perlu langsung menggunakan semuanya. Mulailah dari tempat yang sudah Anda pahami dan sanggup Anda kelola.

Contoh dari Kegiatan Saya Membuat Roti

Saya, Pak Mufli Abe, menjalankan usaha roti Qsuka di Sidoarjo.

Kegiatan membuat roti menyediakan banyak bahan cerita: menyiapkan adonan, membentuk roti, memanggang, sampai menata produk yang sudah matang.

Sebagian saya bagikan sebagai foto atau Reels di Facebook. Penjelasan yang lebih panjang bisa menjadi artikel di website. Kabar singkat dapat dibagikan melalui Status WhatsApp.

Di kesempatan lain, saya bercerita tentang bagaimana menjalankan bisnis BIMA sambil tetap mengurus roti, dengan bantuan DSS Bisnisdirumah.

Pengalaman ini menjadi contoh bahwa bahan konten bisa berasal dari pekerjaan yang memang sudah dilakukan.

Anda pun dapat melihat kegiatan usaha Anda sendiri: bagian mana yang menarik atau berguna untuk diketahui calon pelanggan?

Satu Kegiatan Bisa Menjadi Beberapa Konten

Misalnya, hari ini Anda menyiapkan pesanan pelanggan.

Dari kegiatan tersebut, Anda bisa membuat:

  • Foto produk yang siap dikirim.
  • Video singkat proses pengemasan.
  • Tulisan tentang cara memesan.
  • Tips memilih produk sesuai kebutuhan.

Sesuaikan penjelasannya dengan tempat membagikan konten. Status WA mungkin cukup singkat, sedangkan artikel website bisa membahasnya lebih lengkap.

Pastikan informasi yang disampaikan konsisten. Jika menampilkan pesanan atau cerita pelanggan, jaga privasinya dan minta izin bila diperlukan.

Dengan cara ini, Anda bisa mengembangkan bahan yang sudah ada tanpa harus mencari ide dari awal setiap kali ingin posting.

Jalani, Optimalkan, Syukuri

Di Bisnis Jos, kita memakai pengingat sederhana: Jalani, Optimalkan, Syukuri.

Prinsip ini juga bisa diterapkan saat membuat konten.

Jalani: mulai dengan satu foto, video, atau tulisan yang membantu orang memahami usaha Anda. Tidak perlu menunggu semuanya terasa sempurna.

Optimalkan: perhatikan tanggapan yang muncul. Apakah orang bertanya? Apakah informasi pemesanan sudah jelas? Apakah ada pertanyaan berulang yang bisa menjadi konten berikutnya?

Jangan hanya melihat jumlah suka. Pertanyaan yang relevan, kunjungan, dan percakapan dengan calon pelanggan juga layak diperhatikan.

Syukuri: hargai kemajuan yang terjadi. Jika tanggapannya masih sedikit, evaluasi isi dan cara penyampaiannya, lalu coba perbaikan yang masuk akal.

Konten tidak menjamin setiap orang membeli. Namun, Anda memberi mereka kesempatan untuk mengenal, memahami, dan mempertimbangkan usaha Anda.

Mulai dari Satu Hal yang Berguna

Coba lihat kegiatan Anda hari ini.

Adakah produk yang bisa diperlihatkan? Pertanyaan pelanggan yang bisa dijawab? Atau proses kerja yang bisa dijelaskan?

Pilih satu, lalu buat konten sederhana dengan tiga unsur:

Apa yang Anda tunjukkan, mengapa berguna bagi pembaca, dan bagaimana mereka bisa menindaklanjutinya.

Untuk Anda yang penasaran bagaimana DSS membantu proses pengenalan bisnis BIMA, silakan pelajari lebih lanjut:

→ Kenali BIMA melalui Akun DSS Gratis

Jika ingin bertanya atau berdiskusi terlebih dahulu:

→ Tanya Bisnis Jos dan Bisnis Bima

Usaha Anda punya cerita. Mari bantu orang yang membutuhkan untuk mengenalnya.

Jalani usahanya, Optimalkan prosesnya, Syukuri kemajuannya. 😊

Salam Hangat
Pak Jos eh Pak Mufli Abe