Apakah Website adalah Modal Bisnis Online Zaman Dulu?

Sekarang orang ramai memperkenalkan bisnis melalui media sosial. Lalu, apakah website sudah menjadi modal bisnis online zaman dulu?

Salam kenal lagi ya, saya Pak Mufli Abe, pengusaha roti yang juga menjalankan bisnis BIMA. 😊

Boleh baca tulisan saya sampai habis. InsyaAllah ada sesuatu yang bisa Anda ambil untuk mengembangkan bisnis Anda juga. Aamiin.

Mungkin saat ini Anda menggunakan Facebook, TikTok, Instagram, atau media sosial lainnya untuk memperkenalkan produk dan usaha. Saya setuju, itu cara yang mudah untuk memulai dan bisa sangat efektif.

Saya juga menggunakannya, terutama Facebook. Di sana saya sering berbagi kegiatan membuat roti, cerita usaha, dan pengalaman sehari-hari.

Kalau ingin berkenalan lebih dekat, silakan mampir ke Facebook saya:

→ Mufli Abe

Namun, di tengah ramainya media sosial, saya masih menggunakan website.

Kata “masih” ini sengaja saya tulis. Sebab, saya sudah sering menggunakan website sejak tahun 1997. Website lama saya memang sudah tidak ada lagi, tetapi sekarang saya membangun beberapa website baru.

Bagi saya, website tetap menjadi modal penting dalam menjalankan usaha.

Media Sosial Memperkenalkan, Website Membantu Menjelaskan

Bayangkan seseorang melihat video saya sedang membuat roti di Facebook.

Awalnya mungkin ia hanya menikmati prosesnya. Lalu muncul pertanyaan: rotinya apa saja? Usahanya di mana? Bagaimana cara membelinya?

Website bisa menjadi tempat untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut. Untuk usaha roti saya, misalnya, pembaca bisa mengunjungi Qsuka.com.

Begitu pula ketika seseorang penasaran dengan bisnis BIMA yang saya jalankan. Ia mungkin ingin memahami produknya, cara kerjanya, atau sistem pendukung yang saya gunakan.

Penjelasan tersebut bisa dipelajari melalui FaktorKali.com.

Jadi, media sosial dan website bisa saling membantu. Dari cerita singkat di media sosial, orang dapat melanjutkan membaca informasi yang lebih lengkap di website.

Tidak semua hal perlu dijelaskan dalam satu postingan. Kadang kita cukup membuka rasa ingin tahu, kemudian menyediakan tempat bagi orang yang ingin mempelajari lebih lanjut.

Di Website, Informasi Bisa Kita Susun Lebih Teratur

Salah satu alasan saya menyukai website adalah karena kontennya bisa disusun secara terstruktur.

Kita bisa membuat halaman pengenalan usaha, informasi produk, cerita pemilik, panduan membeli, hingga jawaban atas pertanyaan yang sering muncul.

Pembaca pun dapat memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk orang yang baru mulai belajar bisnis, misalnya, saya menyiapkan tulisan di MufliBisnis.com. Harapannya, mereka bisa mempelajari dasar-dasar usaha sedikit demi sedikit.

Penampilan dan tata letak website juga bisa disesuaikan. Jika diperlukan, website dapat dilengkapi dengan keranjang belanja hingga fitur pembayaran yang terintegrasi.

Tetapi kita tidak harus langsung menggunakan semua fitur itu.

Mulai dari website sederhana yang informasinya jelas pun sudah bisa bermanfaat.

Yang penting, pembaca mengerti usaha kita, produk yang tersedia, dan langkah berikutnya jika mereka tertarik.

Saya Lebih Suka Website yang Sederhana dan Nyaman Dibaca

Website saya sekarang masih sangat sederhana.

Saya lebih menyukai tampilan yang clean: tidak terlalu ramai dengan hiasan di kanan, kiri, atas, dan bawah.

Tujuan saya agar pembaca lebih nyaman. Ketika seseorang datang untuk membaca suatu penjelasan, saya ingin ia mudah menemukan dan memahami informasi tersebut.

Mungkin tampilannya belum secanggih website lain. Tidak apa-apa. Saya bisa memperbaikinya secara bertahap sambil terus menambah konten yang berguna.

Bagi saya, isi yang relevan dan mudah dipahami menjadi prioritas.

Tentang manfaat konten untuk memperkenalkan usaha, saya juga bercerita dalam tulisan ini:

→ Konten Dapat Membantu Bisnis Anda Makin Dikenal

Penjelasan yang Kita Tulis Bisa Digunakan Berulang

Dalam menjalankan usaha, ada pertanyaan yang sering muncul.

Tentang produk, cara membeli, atau bagaimana mempelajari bisnis yang kita jalankan.

Kalau setiap kali harus mengetik penjelasan panjang dari awal, tentu membutuhkan waktu. Padahal, saya juga perlu mengurus produksi roti dan kegiatan lainnya.

Dengan website, penjelasan tersebut bisa saya siapkan lebih dahulu. Ketika ada orang bertanya, saya bisa memberikan pengantar singkat, lalu mengarahkannya ke halaman yang relevan.

Pembaca dapat mempelajarinya ketika waktunya memungkinkan. Bila masih ada pertanyaan, percakapan bisa dilanjutkan.

Untuk orang yang ingin mengenal DSS atau BisnisDiRumah, misalnya, saya menyiapkan panduan membuat akun gratis:

→ Cara Membuat Akun DSS Gratis

Dengan begitu, tulisan yang sudah dibuat bisa terus membantu proses komunikasi.

Sedang Ngopi atau Tidur, Eh, Ada yang Membeli 😊

Saya jadi ingat zaman dulu. Saya sering menulis cerita seperti ini:

“Kadang saya sedang ngopi, atau bahkan sedang tidur, eh, closing.”

Hehe, kedengarannya menyenangkan ya?

Di balik cerita itu, ada pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya: menyiapkan produk, menulis informasi, dan menyediakan cara bagi calon pembeli untuk mengambil langkah berikutnya.

Untuk zaman sekarang, saya mulai merasakan pengalaman itu lagi.

Ada orang yang datang ke website saya, membaca penjelasannya, lalu memutuskan membeli Paket Produk untuk memulai bisnis BIMA bersama saya.

Ada pula pembaca yang melihat roti di Qsuka.com, kemudian membeli.

Belum banyak penjualannya, tetapi itu sudah saya syukuri banget.

Tentu tidak setiap pengunjung akan membeli. Ada yang baru membaca, ada yang bertanya, dan ada yang membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan.

Namun, saya senang karena informasi yang sudah saya tulis tetap bisa dipelajari ketika saya sedang melakukan kegiatan lain. Setelah ada pesanan atau pertanyaan, tentu tetap perlu saya layani.

Website Membantu Saya Tidak Sepenuhnya Bergantung pada Media Sosial

Media sosial tetap sangat penting bagi usaha saya.

Di sana saya bisa bercerita, berinteraksi, dan memperkenalkan kegiatan kepada lebih banyak orang.

Dengan memiliki website, saya juga mempunyai alamat yang bisa saya cantumkan di profil, bagikan melalui WhatsApp, atau berikan kepada orang yang ingin mengenal usaha saya.

Informasi penting dapat dikumpulkan di sana sehingga pembaca tidak perlu mencari-cari di antara banyak postingan.

Konten website menjadi salah satu modal yang terus saya bangun, baik untuk usaha roti maupun bisnis BIMA.

Sedikit demi sedikit, tulisan yang awalnya hanya satu halaman bisa berkembang menjadi kumpulan informasi yang membantu calon pelanggan dan orang yang ingin belajar.

Membuat Website yang JOS

Menurut saya, salah satu kuncinya adalah membuat website yang JOS.

JOS = Jalani, Optimalkan, Syukuri.

Jalani: tuliskan usaha yang memang kita kerjakan. Ceritakan produknya, prosesnya, dan pengalaman nyata yang bisa membantu pembaca.

Optimalkan: perbaiki penjelasan, rapikan tampilan, dan permudah orang menemukan informasi serta menghubungi kita.

Syukuri: hargai setiap kemajuan. Ada yang membaca, bertanya, atau membeli—semuanya bisa menjadi bahan belajar untuk langkah berikutnya.

Saya menjalani usaha roti dan bisnis BIMA. Karena itulah, kedua kegiatan tersebut menjadi bahan utama konten website saya.

Anda pun bisa memulai dari usaha yang sedang Anda jalani.

Tidak perlu menunggu punya cerita yang luar biasa. Informasi sederhana yang jelas bisa sangat berguna bagi orang yang sedang membutuhkannya.

Jadi, Apakah Website Hanya Modal Bisnis Zaman Dulu?

Website memang sudah digunakan sejak dulu. Namun, menurut pengalaman saya, manfaatnya masih terasa sampai sekarang.

Kita bisa menggunakan media sosial untuk memperkenalkan usaha, lalu menyediakan website untuk membantu orang mempelajarinya lebih lengkap.

Kalau Anda ingin mulai, coba siapkan tiga hal sederhana: penjelasan usaha, informasi produk, dan cara menghubungi atau membeli.

Dari sana, website bisa dikembangkan sesuai kebutuhan.

Salah satu cara menerapkan JOS adalah dengan benar-benar mulai membuatnya. Kemudian isi dengan kegiatan yang Anda jalani, optimalkan secara bertahap, dan syukuri kemajuannya.

Mudah-mudahan website Anda nanti menjadi modal yang berharga untuk mendukung perkembangan bisnis Anda. Aamiin. 😊

Jalani usahanya, Optimalkan prosesnya, Syukuri kemajuannya.

Salam hangat,
Pak Mufli Abe